UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label hari besar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari besar. Tampilkan semua postingan

6 Tempat Paling Seru Untuk Berburu Telur Paskah

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 07 April 2012



COLORADO, Berburu telur paskah adalah salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak Nasrani dalam merayakan paskah. Mereka berlomba untuk mengumpulkan telur rebus warna-warni itu, yang telah disembunyikan sebelumnya di tanah lapang, tempat perburuan telur paskah tersebut.

Namun, makin hari perlombaan ini ternyata makin  serius. Terbukti, lomba mencari telur paskah di beberapa tempat berubah menjadi kompetisi yang keras. Di Colorado tahun ini, misalnya, sebagaimana diberitakan ABC News, hari ini (6/4), acara berburu telur paskah  terpaksa dibatalkan karena ‘terlalu banyak orang tua bertipe helikopter (helicopter parents).’ Maksudnya, terlalu banyak orang tua yang menginginkan anaknya memenangi lomba, sehingga mereka pun ikut-ikutan mengintervensi lomba, dengan membantu anak-anak mereka menemukan telur paskah.  Padahal, biasanya panitia membuat pagar tali  sebagai pembatas peserta dan penonton. Tapi tetap saja para orang tua itu tak memperdulikannya.

Untungnya, kejadian di Colorado itu tak lantas membuat acara berburu telur paskah kehilangan daya tariknya. Di kota-kota lain, telur paskah terus diburu dengan cara dan kemeriahannya masing-masing. Berikut ini nama acara dan kota tempat berburu telur paskah yang seru di dunia:

1. The Chateau Vaux Le Vicomte, Maincy, Perancis.

Pada hari paskah  Minggu atau Senin, kastil di luar kota Paris ini akan menjadi tuan rumah bagi perburuan telur paskah. Untuk peserta anak-anak diselenggarakan pagi hari, sedangkan orang tua di sore hari.

Sekitar 35 ribu telur paskah disebar di tempat-tempat tersembunyi untuk ditemukan oleh para peserta. Selain itu ada juga acara lain, semisal lokakarya membuat coklat dan kegiatan menunggang kuda poni.

2.  Copper Mountain, Colorado
Pada pukul 10 pagi setiap hari Minggu paskah, perburuan 50 ribu telur paskah pun dimulai di sini. Acara di sini selalu diklaim sebagai perburuan telur paskah terbesar di Colorado. Perlombaan mencari telur paskah itu dibagi menurut usia. Di akhir acara, akan ada pula acara lomba menggambar telur paskah untuk seluruh peserta.

3.  Eggstravaganza, Coconut Creek, Florida.
Di sini disediakan 60 ribu telur paskah. Jumlah yang sangat banyak ini membuat siapa saja yang ikut lomba tak perlu khawatir tak kebagian telur. Pasti dapat. Acara ini biasanya diadakan pada hari Sabtu, sehari sebelum paskah. Peserta lomba dibagi menurut kelompok usia. Selain telur paslah, disediakan juga makanan dan minuman.

4.  Fabergé's Big Egg Hunt, London
Ini adalah acara perburuan telur paskah di kota London. Sebanyak 200 telur paskah raksasa –tingginya dua meter—disebarkan di berbagai tempat  di kota itu. Sebagian diantaranya adalah telur paskah yang digambar oleh orang-orang tenar.

Perburuan telur paskah ini dilakukan secara interaktif. Pesertanya diminta mengirimkan SMS ke nomor yang telah ditentukan untuk menyebutkan kata kunci masing-masing telur paskah tersebut. Pemenangnya akan mendapat hadiah telur paskah berlian senilai 100.000 poundsterling.

5.  Great Peter Rabbit Easter Egg Hunt 2012, Windermere, UK
Sebanyak 110 telur paskah yang terbuat dari keramik disebar di desa-desa distrik Lake. Acara hanya boleh berakhir bila seluruh telur paskah itu sudah ditemukan.

6.  White House Easter Egg Roll, Washington, D.C.
Pada hari Senin, 9 April nanti,  keluarga Presiden Barack Obama akan menjadi tuan rumah perayaan tahunan White House Easter Egg Roll yang ke 143.  Akan ada 35 ribu orang yang beruntung –yang dipilih melalui sistem lotere—  bergabung dengan keluarga Obama untuk merayakannya dengan bermain, bercerita, bernyanyi, menari dan tentu saja berburu telur paskah di tanah lapang.Tema tahun ini adalah "Let's Go, Let's Play, Let's Move," sesuai dengan inisiatif First Lady untuk mempromosikan makanan sehat.

Jaringnews.com sumber :
More about6 Tempat Paling Seru Untuk Berburu Telur Paskah

10 Tradisi Paskah di berbagai Negara

Diposting oleh Unknown on Kamis, 05 April 2012



Perayan Paskah selalu identik dengan telur namun ternyata ada tradisi unik lainya dalam perayan paskah di berbagai negara, penasaran seperti apa simak 10 Tradisi Perayaan Paskah di Berbagai Negara seperti di kutip dari okezone.com berikut ini.

1. Argentina
Minggu Paskah di Argentina dirayakan dengan mengonsumsi telur paskah serta berbagi kue khas perayaan ini yaitu Rosca de Pacua. Menurut tradisi Argentina, bertukar telur tidak hanya harus dilakukan oleh keluarga, namun juga bersama teman dan kolega lainnya dengan acara puncak makan bersama keluarga besar. Argentina merayakan hari kebangkitan Kristus dengan acara barbekyu serta berburu harta karun yang diselenggarakan pemerintah di kota-kota besar negara ini.

2. Yunani
Gereja Ortodoks Yunani mengikuti kalender Bizantium, jadi tahun ini Minggu Paskah jatuh pada 15 April. Di Athena, Jumat Agung menandai acara utama pertama di mana replika makam Kristus dibawa melalui kota.

Malamnya, penduduk kota berduyun-duyun datang ke gereja saat tengah malam dengan membawa lilin, menyalakan kembang api, dan membunyikan lonceng tanda gembira. Tradisi telur paskah di Yunani cukup unik, Mereka akan saling mengetuk telur dengan telur lain milik tetangganya dan memecahkannya agar membawa keberuntungan.

3. Libanon
Di Libanon, saat Paskah Anda akan melihat jalan-jalan dan restoran dipenuhi dengan hiasan dan
dekorasi Paskah, seperti cokelat berbentuk kelinci, telur berwarna-warni, dan anak ayam. Hidangan Paskah di Lebanon adalah domba, telur, serta permen khas yang disebut Maamoul.

4. Skotlandia
Paskah di Skotlandia adalah saatnya bersantai dan menghias telur. Warga Skotlandia akan merebus telur kemudian mengecat kulitnya dengan berbagai warna, membawanya ke atas bukit saat Minggu Paskah, kemudian menggulingkannya ke lereng bukit.

5. Seville, Spanyol
Sevilla di Andalucia adalah wilayah Spanyol yang paling terkenal untuk perayaan Paskah. Seville meiliki 52 persaudaraan keagamaan yang berbeda dan gemar berparade di jalanan untuk merayakan pekan penyaliban. Prosesi ini berlangsung selama 24 jam yang puncak acaranya adalah perayaan kebangkitan dengan menari-nari di jalanan, melempar bunga, serta memakan kue manis tradisional Seville.

6. Swedia
Perayaan paskah di Swedia dimulai pada Sabtu, di mana anak-anak akan berdandan sebagai penyihir yang memberikan surat dan kartu kepada orangtua yang telah memberikan mereka telur dan permen di hari sebelumnya. Sementara pada Minggu, mereka akan melakukan acara makan bersama dimana sebagian besar makanannya terbuat dari ikan dan keju.

7. Prancis
Lonceng gereja di Prancis berbunyi setiap hari sepanjang tahun, kecuali pada tiga hari Paskah. Legenda mengatakan alasan lonceng berhenti berbunyi karena mereka telah melakukan perjalanan ke Roma untuk diberkati.

Saat Minggu Paskah, lonceng akan kembali ke Prancis dan mereka akan menyebarkan cokelat, ayam, dan kelinci ke seluruh kebun. Saat tengah hari, anak-anak akan mencari telur dan coklat yang disembunyikan bersama dengan lonceng tersebut.

8. Jerman
Keranjang Paskah adalah tradisi utama di Jerman di mana setiap anak menerima keranjang yang berisi tidak hanya telur dan coklat, tetapi juga mainan dan hadiah lainnya. Keranjang ini disembunyikan oleh para orangtua di kebun belakang rumah mereka dan anak-anak akan mencarinya selepas dari gereja pada Minggu Paskah.

9. Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, saat Paskah warganya akan berdandan dengan baju terbaiknya kemudian pergi ke gereja. Paskah di Amerika didominasi oleh permen dan cokelat. Bahkan di Washington DC, sejak 1878 ada tradisi bahwa gedung putih akan membuka halamannya yang telah dipenuhi telur-telur paskah berisi cokelat dan boleh diambil oleh anak-anak.

10. Mesir
Pada Minggu Paskah, gereja-gereja di Mesir dihiasi dengan bunga dan pohon palem. Selepas berdoa di gereja anak-anak akan diberi daun palem yang diberkati dengan air suci. Minggu Paskah dihabiskan mengunjungi teman dan kerabat, juga ada makan malam Paskah khusus di sore hari.



http://www.facekom.info/2012/04/10-tradisi-perayaan-paskah-di-berbagai.html
More about10 Tradisi Paskah di berbagai Negara

5 Ikon Jakarta Mendukung Earth Hour 2012

Diposting oleh Unknown on Jumat, 30 Maret 2012


Jakarta (Greeners) – Lima ikon kota Jakarta bakal dimatikan lampu penerangannya selama satu jam sebagai bagian dari kampanye gerakan hemat energi Earth Hour yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 31 Maret 2012.

Hal itu ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam jumpa pers, Minggu (25/3).

“Saya bangga Jakarta jadi pionir buat kampanye Earth Hour Indonesia. Kita ikut kampanye ini karena kita cinta lingkungan ingin lebih asri dan lebih baik,” ujar pria yang akrab dengan sapaan Foke itu. Foke mengatakan telah menginstruksikan pemadaman lampu di lima ikon Jakarta serta seluruh kantor pemerintahan saat peringatan Earth Hour itu.

Lima ikon Jakarta itu yakni gedung balaikota Provinsi DKI Jakarta, Monas dan air mancurnya, air mancur patung Arjuna Wijaya di depan Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, air mancur Bundaran Hotel Indonesia, dan Patung Pemuda di kawasan Senayan.

Selain itu, lampu jalan sepanjang Jalan Sudirman- Jalan MH. Thamrin, lampu jalan sepanjang Jalan Gatot Subroto-HR. Rasuna Said dan lampu billboard milik Pemda DKI juga akan turut dimatikan.

Foke menyatakan kampanye Earth Hour merupakan upaya untuk mengubah perilaku masyarakat lebih menghemat energi. Wujud nyatanya, katanya, terlihat dari energi yang berhasil dihemat pada pelaksanaan Earth Hour di Indonesia pada tahun lalu, yakni sebesar 170 megawatt atau setara dengan 151 ton gas rumah kaca.Foke pun berharap penghematan listrik dalam pelaksanaan Earth Hour tahun ini bisa lebih tinggi.

Apalagi, lanjutnya, jumlah kota yang berpartisipasi kian bertambah, “Tadinya tujuh kota yang ikut berpartisipasi di tahun lalu, sekarang bertambah menjadi 26 kota di seluruh Indonesia yang mendukung Earth Hour. Total yang akan ikut berjumlah lebih dari 5000 kota di 135 negara dunia ikut menyemarakkan Earth Hour,” ungkap Direktur WWF Indonesia Efransjah.

Efransjah menerangkan makna yang ingin dikejar dari kampanye Earth Hour bukanlah sekedar mematikan lampu selama sejam saja. Kampanye yang digelar pertama kali pada tahun 2007 itu bertujuan untuk mengingatkan bahaya emisi karbondioksida yang tidak terkontrol. Emisi karbon tersebut salah satunya dihasilkan melalui konsumsi listrik. Pulau Jawa menjadi konsumen listrik terbesar di Indonesia. Maka itu, program penghematan listrik ini tak hanya menggandeng pemerintah sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga kalangan masyarakat.

Earth Hour dimulai atas gagasan Leo Burnett yang kemudian berkolaborasi dengan WWF-Australia dan Fairfax Media di kota Sidney pada 2007. Saat itu 2,2 juta penduduk Sydney turut berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak perlu. Kegiatan ini kemudian mendunia dan dilaksanakan mulai pukul 20.30 setiap hari Sabtu di akhir bulan Maret. Sejak dimulai pertama kali di Sidney, gerakan kampanye Earth Hour kini sudah meluas hingga 5 ribu kota di 135 negara. Tahun lalu, berdasarkan data WWF, gerakan Earth Hour diikuti seluruh elemen masyarakat dari mulai rakyat, pemerintah, hingga sektor bisnis. WWF mencatat tahun lalu ada 116 sektor bisnis multinasional yang turut dalam Earth Hour (G11).

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13766738
More about5 Ikon Jakarta Mendukung Earth Hour 2012

Sebelum Lahirnya Hari Film Nasional

Diposting oleh Unknown on Kamis, 29 Maret 2012

Hari Film Nasional diperingati oleh insan perfilman Indonesia setiap tanggal 30 Maret. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari lahirnya Film Nasional karena pada 30 Maret 1950 adalah hari pertama pengambilan gambar film “Darah & Do’a” atau “Long March of Siliwangi” yang disutradarai oleh Usmar Ismail. Alasan disakralkannya film “Darah & Do’a” karena film ini dinilai sebagai film lokal pertama yang bercirikan indonesia. Selain itu inilah film pertama yang benar-benar disutradarai oleh orang Indonesia asli dan juga dilahirkan dari perusahaan film milik orang Indonesia asli. Perusahaan ini bernama Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia) Usmar Ismail juga pendirinya.
     Film Nasional telah disepakati lahir pada tanggal 30 Maret 1950, namun sebenarnya sejarah pembuatan film cerita di Indonesia yang dulunya bernama Hindia Belanda, sudah dimulai pada tahun 1926. Bahkan sampai tahun 1942 industri film lokal sudah cukup berkembang, meskipun masih kalah bersaing dengan film-film asing terutama dari Amerika. Pada masa itu para pemilik perusahaan-perusahan film lokal adalah orang-orang Cina & Belanda. Judul film cerita yang pertama kali dibuat di negeri ini adalah: “Loetoeng Kasaroeng” yang masih berupa film bisu. Pemain-pemainya adalah orang-orang pribumi, pembuatnya adalah dua orang Belanda: G. Krugers & L. Heuveldorf. Ketika film ini dibuat penduduk di kota-kota besar seperti Batavia, Bandung, Surabaya dll sudah tidak asing lagi dengan pemutaran film yang dulu dikenal dengan sebutan “Gambar Idoep”. Mereka sudah biasa melihat film-film cerita yang berasal dari Amerika, Cina dan Belanda. Penduduk Hindia Belanda khususnya warga Batavia untuk pertama kalinya bisa menyaksikan film di penghujung tahun 1900.
Awal Pertunjukan Film
     Pada 1895 Lumiere bersaudara (August & Louis) untuk pertama kalinya memutar film di kota Paris tepatnya di grand Cafe dengan cara memungut bayaran dari penonton, seperti halnya sistem pada bioskop saat ini. Sebelumnya mereka telah menemukan alat perekam gambar bergerak (kamera) dan berhasil memperoyeksikannnya kembali, sehingga bisa disaksikan orang banyak. Film-film yang ditampilkan adalah rekaman kehidupan sehari-hari warga kota Paris seperti buruh-buruh yang keluar dari pabrik dan seorang ibu yang sedang memberi makan bayinya. Yang paling membuat kegaduhan adalah rekaman gambar kereta yang berjalan ke arah layar. Ketika kereta semakin “mendekati” layar, penonton pun dibuat panik, mereka merasa kalau kereta tersebut akan menabraknya.
     Film akhirnya semakin berkembang khusunya di Eropa termasuk Belanda. Kemudian film mulai di eksport ke koloni-koloni bangsa Eropa. Tentunya Belanda mengirimnya ke Hindia Belanda.

Gambar Idoep tiba di Betawi
     Tanggal 5 Desember 1900 warga Betawi utuk pertama kalinya dapat melihat “gambar-gambar idoep” atau Pertunjukan Film. Pertunjukan ini berlangsung di Tanah Abang, Kebonjae. Film pertama yang ditampilkan adalah sebuah dokumenter yang terjadi di Eropa & Afrika Selatan, juga diperlihatkan gambar Sri Baginda Maha Ratu Belanda bersama Yang Mulia Hertog Hendrig memasuki kota Den Haag.
     Bioskop yang terkenal saat itu antara lain adalah dua bioskop Rialto di Tanah Abang (kini bioskop Surya) dan Senen (kini menjadi gedung Wayang Orang Baratha) serta Orion di Glodok. Saat itu bioskop dibagi-bagi berdasarkan ras, bioskop untuk orang-orang eropa hanya memutar film dari kalangan mereka sementara bioskop untuk pribumi & tionghoa selain memutar film import juga memutar film produksi lokal. Kelas pribumi mendapat sebutan kelas kambing, konon hal ini disebabkan karena mereka sangat berisik seperti kambing.


Film Cerita Lokal Pertama
     Film cerita lokal pertama berjudul “Loetoeng Kasaroeng” (1926) diambil dari cerita legenda yang berasal dari Jawa Barat. Pembuatannya dilakukan di Bandung, oleh Perusahan Film: Java Film Company yang dipimpin oleh G.Krugers dari Bandung dan L. Heuveldorf dari Batavia. Heuveldorf adalah seorang Belanda totok yang disebutkan sudah berpengalaman di bidang penyutradaraan di Amerika. Krugers adalah seorang Indo-Belanda asal Bandung, ia adalah adik menantu dari Busse seorang raja bioskop di Bandung. Penyutradaraan Film ini dilakukan oleh Heuveldorf, sementara pemainnya adalah anak2 dari bupati Bandung Wiranata Kusuma II. Hasilnya tergolong sukses, diputar selama satu minggu di Bandung, antara 31 Desember 1926-6 Januari 1927. Kemudian Java Film Co. membuat film kedua: “Euis Atjih”, perekamannya kembali dilakukan di Bandung. Tidak seperti “Loetoeng kasaroeng” yang merupakan cerita legenda, “Euis Atjih” adalah kisah drama modern. Hasilnya juga tergolang sukses.
     Setelah orang Belanda memproduksi film lokal, berikutnya datang Wong bersaudara, yang hijrah dari industri film Shanghai. Awalnya hanya Nelson Wong yang datang, ia menyutradarai “Lily van Java” (1928) pada perusahaan South Sea Film Co. Kemudian kedua adiknya Joshua & Otniel Wong menyusul dan mendirikan perusahaan Halimoen Film.

Film Bicara
     Pada akhir tahun 1929 diputar di sini film-film bersuara yaitu “Fox Follies” dan “Rainbouw Man” yang merupakan film bicara pertama yang disajikan di Indonesia. Perkembangan pemutaran film bicara agak lambat. Sampai tengah tahun 1930, baru sebagian kecil saja bioskop yang sanggup memasang proyektor film bicara.
     Masuknya film bicara sebetulnya menguntungkan kedudukan film buatan dalam negeri. Karena penonton kalangan bawah semakin kurang faham menyaksikan film asing. Sebab informasi yang semula hanya disampaikan dalam bentuk aksi, kini banyak diganti dengan dialog, yang bahasanya tidak dipahami mereka. Sejak 1931 pembuat film lokal mulai membuat film bicara. Percobaan pertama yang antara lain dilakukan oleh The Teng Chun dalam film perdananya: “Bunga Roos dari Tjikembang” (1931) hasilnya amat buruk. Film bicara pertama yang dibuat Halimoen Film adalah Indonesie Malaise (1931). Sampai 1934 usaha pembuatan film bicara oleh perusahaan film lokal belum mendapatkan sambutan yang sangat antusia dari penontonnya sendiri.

Film c
erita lokal pertama yang “Meledak”
     Nama Albert Balink tercatat sebagai orang pertama yang memproduksi film lokal yang sangat laris, judulnya “Terang Boelan”. Albert Balink adalah seorang wartawan Belanda yang tidak pernah terjun ke dunia film dan hanya mempelajari film lewat bacaan-bacaan.
Pada tahun 1934 Balink mengajak Wong Bersaudara untuk membuat film “Pareh”. Untuk mendampinginya didatangkan dari negeri Belanda tokoh film Dokumenter Manus Franken. Mungkin karena Franken berlatar belakang dokumenter maka banyak adegan dari film “Pareh” yang menampilkan keindahan alam Hindia Belanda. Film seperti ini rupanya tidak mempunyai daya tarik buat penonton film lokal karena sehari-harinya mereka sudah sering melihat gambar-gambar tersebut. Kemudian Balink membuat perusahaan film “ANIF” (Gedung perusahaan film ANIF kini menjadi gedung PFN, terletak di kawasan Jatinegara) dengan dibantu oleh Wong bersaudara dan seorang wartawan pribumi yang bernama Saeroen, mereka membuat film “Terang Boelan” (1934). Hasilnya: inilah Film cerita lokal pertama yang mendapat sambutan yang luas dari kalangan penonton kelas bawah.

     Film tersebut dibintangi oleh Miss. Roekiah & R.d Mochtar dimana berkat film “Terang Boelan” ini nama mereka jadi ikut melambung. Ketika namanya naik Miss. Roekiah sudah berkeluarga, ia bersuamikan Kartolo (pemain film juga) dan anak mereka kelak menjadi pemain film terkenal yaitu Rachmat Kartolo. Cerita film “TB” sendiri sebenarnya sangat mirip dengan film buatan Amerika yang berlatar kepulauan Hawai. Pada film “Terang Boelan” kostum penduduk pulau SAWOBA (pulau fiktif , SWOBA adalah singkatan dari: SAeroen, WOng & BAlink) mirip dengan kostum penduduk kepulauan Hawai yang bisa diliat pada film-film Amerika, jadi bisa dipastikan bahwa film “TB” adalah hasil adaptasi. Kesuksesan TB di pasar menyebabkan pembuat film lain jadi ikut tergiur, maka film-film selanjutnya banyak yang menggunakan resep “TB”.

Film di bawah Pendudukan Jepang & Masa Revolusi
     Pada 8 Maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang. Dalam bidang film yang pertama-tama dilakukan Jepang adalah menutup semua perusahaan film yang ada, termasuk 2 perusahaan film milik orang Cina yang produktif. JIF dan TAN’s FILM. Peralatan studio-studio tersebut disita untuk dimanfaatkan pada pembikinan film berita & penerangan. Dengan di tutupnya studio film tersebut maka para pengusahanya yang keturunan Cina beralih ke bisnis lain. Para pemainnya pun yang sebelumnya bergelut di panggung sandiwara kembali ke bidang tersebut. Pemerintah Jepang memang amat menggalakan media panggung sandiwara sebagai alat propaganda. Pada masa ini film cerita diproduksi dibawah pengawasan ketat pemerintah Jepang semua film harus sejalan dengan keinginan pihak Jepang.
     Setelah Jepang menyerah terhadap sekutu maka di Indonesia terjadi kekosongan pemerintahan, proklamasi kemerdekaan pun dikumandangkan, namun pihak Belanda tidak mengakuinya & terjadilah perang sampai 1949. Pada masa revolusi kemerdekaan ini seorang pemuda yang bernama Usmar Ismail (kelak akan menjadi tokoh penting Perfilman Nasional) ikut dalam peperangan ia kemudian ditawan pihak Belanda. Setelah diketahui latar belakangya oleh pihak Belanda maka ia dipekerjakan pada perusahaan film Belanda sebagai asisten sutradara. Pada perusahaan film tersebut ia sempat menyutradarai film “tjitra”.

Hubungan Perfilman Lokal & Pergerakan Nasional pada zaman kolonial
     Film lokal, terutama pada masa Hindia Belanda dan awal berdirinya Republik ini, ditujukan untuk masyarakat kelas bawah, sementara kaum pergerakan Nasional adalah orang-orang terpelajar yang berasal dari kalangan atas. Sepertinya mereka hidup di dalam dunia yang berbeda. Dimata kaum terpelajar film lokal dinilai tidak bermutu, baik dari segi teknis pembuatan maupun cerita. Namun bukan berarti tidak ada persentuhan sama sekali antara dua dunia ini. Beberapa orang film juga ada yang sepaham dengan pikiran2 kaum pergerakan nasional ini. Seperti Saeroen (“sutradara” film “Terang Boelan”) yang dulunya adalah seorang wartawan pernah menulis di koran “Pemandangan” dengan nama samaran Kampret. Dia menuliskan suatu kali ia memimpikan berdirinya negara “Republik Indonesia Serikat” dengan Perdana Menteri: M.H Thamrin, Menteri Pekerjaan Umum: Abikusno Tjokrosujoso, Menteri Pengajaran: Ki Hajar Dewantoro, Menteri Penerangan: Parada Haraha. Akibatnya koran “Pemandangan” dibreidel Pemerintah Belanda.
     Kemudian ada seorang terpelajar yang bernama A.K Gani yang bermain dalam film “Asmara Moerni”, namun akibat dari perbuatan A.K Gani ini, ia dikecam oleh kalangan terpelajar/ pergerakan nasional lainnya. Setelah penampilannya di film tersebut A.K Gani tidak pernah muncul lagi di dunia perfilman.

Lahirnya” Film Nasional
     Usmar Ismail yang sempat bekerja untuk perusahaan film Belanda akhirnya keluar dari perusahaan tersebut karena ketidak-cocokannya dengan sistem yang diterapkan. Ia pun mendirikan perusahaan film sendiri yang bernama Perfini (Perusahaan Film Indonesia). Produksi pertama film ini adalah “Darah & Do’a” atau “The Long March of Siliwangi” yang perekamannya dimulai pada 30 Maret 1950. Film ini mengisahkan tentang perjalanan jauh serombongan tentara bersama para pengungsi, di dalamnya terjadi saling tertarik hati antar komando tentara dengan salah satu pengungsi wanita Indo-Belanda, wanita dari kalangan musuh yang sedang diperangi, ceritanya digarap oleh Sitor Situmorang. Oleh Usmar Ismail dijelmakan dengan menggunakan pemain baru sama sekali, tidak menggunakan pemain profesional, rupanya ia anti “Star System”. 12 tahun sesudah produksi film “Darah & Do’a” tepatnya pada 11 oktober 1962 konferensi kerja Dewan Film Nasional dengan organisasi perfilman menetapkan hari shooting pertama film tersebut yaitu 30 Maret 1950 sebagai Hari Film Indonesia.
     Ketetapan tersebut sempat mendapat perlawanan dari golongan kiri yang sangat agresif dalam menghadapi pihak yang dianggap sebagai lawan-lawannya. Pada 1964 golongan kiri membentuk PAPFIAS (penulis menemukan dua versi arti dari PAPFIAS: yang pertama Panitia Aksi Pemboikotan Film Imperialis Amerika Serikat, yang kedua Panitia Aksi Pengganyangan Film Imperialis Amerika Serikat.) Golongan kiri melakukan serangan-serangan kepada film Usmar Ismail yang dianggap tidak nasionalis atau kontra-revolusioner. PKI dan golongan kiri pun tidak mengakui tanggal 30 Maret 1950 sebagai Hari Film Nasional, tapi menuntut 30 April 1964 yang dijadikan sebagai Hari Film Nasional, saat berdirinya PAPFIAS. Pada 1966 terjadi peristiwa Gestapu, golongan komunis yang dianggap sebagai biang keladi peristiwa ini dihabisi. Artinya wacana penggantian tanggal hari film nasional ikut lenyap dan tanggal 30 Maret 1950 tetap diakui sebagai hari lahirnya Flm Nasional sampai saat ini.

 http://petualangwaktu.multiply.com/journal/item/2/Sebelum_Lahirnya_Hari_Film_Nasional
More aboutSebelum Lahirnya Hari Film Nasional

Asal Usul Sejarah Hari Raya Nyepi

Diposting oleh Unknown on Kamis, 22 Maret 2012



Pengertian Nyepi
Hari Raya Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan / kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktifitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia / microcosmos) dan Buwana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

Melasti, Tawur (Pecaruan), dan Pengrupukan
Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) di arak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat,mulai dari masing-masing keluarga,banjar,desa,kecamatan dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.


Puncak acara Nyepi
Keesokan harinya, yaitu pada Purnama Kedasa (bulan purnama ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktifitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa,brata,yoga dan semadhi.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga ( menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan hari raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti diubah.

Ngembak Geni (Ngembak Api)
Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada "pinanggal ping kalih" (tanggal 2) sasih kedasa (bulan X). Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari kedua. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih. Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia diseluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup didalam kerukunan dan damai. 



http://kask.us/7318394 
More aboutAsal Usul Sejarah Hari Raya Nyepi
Flag Counter