Home » Posts filed under budaya
Diposting oleh
Unknown on Senin, 26 November 2012
Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Barat (tanah sunda). Alat musik ini terbuat dari dua pipa bambu yang disusun pada sebuah batang bambu sebagai pegangan.


Cara memainkannya adalah dengan cara digoyangkan (jadi bunyi yang keluar disebabkan oleh benturan badan pipa bambu),
dari hasil benturan itu menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.
Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.
Salendro atau kadangkala dieja sebagai saléndro adalah satu di antara dua skala dari gamelan musik
Pelog adalah satu dari dua skala (tangga nada) yang esensial dipakai dalam musik gamelan asli dari Bali dan Jawa di Indonesia.
Ada beberapa jenis angklung di Jawab Barat antara lain
Angklung Kanekes (Baduy)
Angklung di daerah Kanekes (kita sering menyebut mereka orang Baduy) digunakan terutama karena hubungannya dengan ritus padi,
bukan semata- mata untuk hiburan orang-orang. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang).
Menabuh angklung ketika menanam padi ada yang hanya dibunyikan bebas (dikurulungkeun), terutama di Kajeroan
(Tangtu; Baduy Jero), dan ada yang dengan ritmis tertentu, yaitu di Kaluaran (Baduy Luar). Meski demikian,
masih bisa ditampilkan di luar ritus padi tetapi tetap mempunyai aturan, misalnya hanya boleh ditabuh hingga masa ngubaran
pare (mengobati padi), sekitar tiga bulan dari sejak ditanamnya padi.
Setelah itu, selama enam bulan berikutnya semua kesenian tidak boleh dimainkan,
dan boleh dimainkan lagi pada musim menanam padi berikutnya.
Angklung Dogdog Lojor
Kesenian dogdog lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor, dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan dogdog lojor,
yaitu nama salah satu instrumen di dalamnya, tetapi di sana juga digunakan angklung karena kaitannya dengan
acara ritual padi. Setahun sekali, setelah panen seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren
Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat sebagai tempat kediaman kokolot (sesepuh) tempatnya selalu
berpindah-pindah sesuai petunjuk gaib.
Angklung Gubrag
Angklung gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor. Angklung ini telah berusia
tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi),
ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).
Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik
Angklung Badeng
Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musiknya yang utama.
Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut. Dulu berfungsi sebagai hiburan untuk
kepentingan dakwah Islam. Tetapi diduga badeng telah digunakan masyarakat sejak lama dari masa
sebelum Islam untuk acara-acara yang berhubungan dengan ritual penanaman padi. Sebagai seni untuk
dakwah badeng dipercaya berkembang sejak Islam menyebar di daerah ini sekitar abad ke-16 atau 17.
sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010122410/belajar-mengenal-jenis-jenis-angklung-yuk-gan--pic/
More about → Belajar Mengenal Jenis-Jenis Angklung Yuk Gan [+ Pic]
Diposting oleh
Unknown on Rabu, 14 November 2012
Spoilerfor Go Indonesia 16:
Dirgahayu Indonesiaku, semoga engkau tetap jaya selamanya..
Spoilerfor Go Indonesia 17:
Kalau kamu menebak ini adalah foto Tanah Lot di Bali, kamu tentu saja salah. Ini adalah foto Pantai Balekambang di Malang, Jawa Timur. Pura yang ada di tengah pulau itu namanya Pura Luhur Amerta Jati.
Spoilerfor Go Indonesia 18:
Pantai Matras adalah pantai yang terletak di Desa Sinar Baru, Kecamatan Sungai Liat. Pantai ini sering kali dijuluki sebagai Pantai Surga karena keindahannya.
Spoilerfor Go Indonesia 19:
Kepulauan Derawan di Berau, Kalimantan Timur, adalah surga bagi para penyelam.
Spoilerfor Go Indonesia 20:
Spoilerfor Go Indonesia 21:
Meskipun bentuknya mirip Keletenteng, ini sebenarnya adalah sebuah masjid. Namanya Masjid Cheng Ho yang berada di Surabaya. Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda.
Spoilerfor Go Indonesia 22:
Kedisan, itulah nama sebuah desa yang ada di ujung Danau Batur di bawah bayang-bayang kekokohan Gunung Batur, Bali. Ada sebuah restoran terapung di sini dan juga bungalow yang menawarkan pemandangan romantis.
Spoilerfor Go Indonesia 22:
Pantai Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tanjung bira terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur.
Spoilerfor Go Indonesia 23:
Ini adalah orangutan (Pongo satyrus) yang ada di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan, lokasi pertama di Indonesia sebagai pusat rehabilitasi orangutan. Orangutan Kalimantan mempunyai bulu kemerah-merahan gelap dan tidak memiliki ekor.
Spoilerfor Go Indonesia 24:
acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan.
Spoilerfor Go Indonesia 25:
Rasanya tidak akan ada orang yang tidak mengagumi Tiu Kelep, air terjun alami di kaki Gunung Rinjani, Lombok Utara ini. Menurut bahasa Sasak, Tiu artinya "kolam" dan Kelep artinya "terbang". Amazing!
Spoilerfor Go Indonesia 26:
"Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya. Organisasi kepemudaan ini didirikan oleh Robert Baden-Powell. Di Indonesia, Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus. Salam Pramuka!
demi apapun, aku cinta tanah Indonesia
demi apapun, aku cinta bangsa Indonesia
demi apaun, aku cinta bahasa Indonesia
intinya AKU CINTA INDONESIA bukan I LOVE INDONESIA. kalo cinta indonesia skalian dong jangan nanggung2.
nb : 'I'ndonesia yah bukan 'E'ndonesia sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016377464/masuk-dan-katakan-quoti-love-indonesiaquot/
More about → Update Masuk Dan Katakan "I LOVE INDONESIA"
Diposting oleh
Unknown
Spoilerfor INDONESIA:
Spoilerfor Go Indonesia 1:
Spoilerfor Go Indonesia 2:
Spoilerfor Go Indonesia 3:
Mari awali hari Minggu pagi ini dengan senyuman. Lihatlah senyum tulus dari kusir delman asal Yogyakarta yang ada dalam foto ini. Indah sekali, bukan?
Spoilerfor Go Indonesia 4:
Kampung Mbaru Niang di Dusun Wae Rebo, Desa Satar Leda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai. Penghargaan tertinggi diberikan kepada Mbaru Niang karena telah mampu mewakili bentuk konservasi arsitektural, saat pengetahuan akan tradisi serta warisan tak berwujud menjadi metode dalam melestarikan warisan arsitektural tersebut.
Spoilerfor Go Indonesia 5:
Enggrang, permainan masa kecil berupa berjalan dengan dua tongkat dari bambu, sekarang nampaknya sudah mulai sirna ditelan jaman.
Spoilerfor Go Indonesia 6:
Pencak Silat. Seni beladiri milik bangsa Indonesia kini sudah dipelajarai oleh orang-orang asing lhoo...
Spoilerfor Go Indonesia 7:
Untuk tersenyum, kita hanya perlu menggerakkan 17 otot wajah. Sedangkan untuk cemberut, paling tidak kita harus menggerakkan lebih dari 30 otot wajah. Kesimpulannya: lebih mudah untuk tersenyum daripada cemberut. Mari kita buka pekan ini dengan senyum terbaik yang kita punya.
Spoilerfor Go Indonesia 8:
Pantai Sulamadaha yang berada di Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Spoilerfor Go Indonesia 9:
Kuda Lumping atau Jarang Kepang
Spoilerfor Go Indonesia 11:
Sambil mengapung-apung di atas perahu, ibu-ibu di Kalimantan Selatan melakukan aktivitas jual beli di sebuah pasar terapung tradisional.
Spoilerfor Go Indonesia 12:
Spoilerfor Go Indonesia 13:
Ampenan (berasal dari kata "Amben" yang berarti tempat singgah) adalah sebuah kota yang sudah berkembang sejak tahun 1800-an. Di kota inilah sejarah Lombok dirajut hingga kini.
Spoilerfor Go Indonesia 14:
Kampung halaman yang indah memang tidak mudah untuk dilupakan. Silakan nikmati keindahan kampung halaman sambil merayakan lebaran bersama keluarga...
Spoilerfor Go Indonesia 15:
Lemang, makanan khas dari Minang yang nikmat.
emmm kita harus cinta dengan negri ini !!! sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016377464/masuk-dan-katakan-quoti-love-indonesiaquot/
More about → Masuk Dan Katakan "I LOVE INDONESIA"
Diposting oleh
Unknown on Jumat, 02 November 2012

Jakarta - Angklung, alat musik tradisional Indonesia rupanya menarik perhatian mahasiswa Amerika Serikat (AS) di Houston. Mereka pun penasaran ingin mencoba dan mempelajarinya.
Seperti dalam siaran pers yang disampaikan Konjen RI di Houston, Al Busyra Basnur, Jumat (2/11/2012), ketertarikan mahasiswa AS itu terlihat ketika sejumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di University of St Thomas didukung oleh Konsulat Jenderal RI di Houston mempromosikan Indonesia dalam 'Around the World International Fair' yang diselenggarakan pada 30 Oktober lalu di kampus itu.
Puluhan mahasiswa AS bahkan bolak-balik mendatangi stand Indonesia hanya untuk mencoba membunyikan nada dan belajar memainkan angklung. Mereka bertanya di mana membeli alat angklung, dan di mana bisa belajar memainkannya.
Al Busyra menyampaikan, di booth Indonesia yang dibangun di halaman kampus, mahasiswa Indonesia itu memang menampilkan berbagai barang seni dan budaya Indonesia seperti angklung. Selain itu juga ditampilkan wayang, batik serta makanan Indonesia diantaranya nasi goreng, risoles, klepon dan makanan tradisional lainnya.
Sedang menurut Ketua Permias Houston, Vita Alwina Daravonsky Busyra yang memimpin acara promosi, keikutsertaan Indonesia di dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan pengunjung. Pengunjung tidak hanya mahasiswa dan pengajar Universitas, juga berbagai kalangan masyarakat lainnya di Houston.
"Banyak sekali pengunjung yang datang ke stand Indonesia. Mereka bertanya tentang keanekaragaman seni dan budaya, cara membatik dan cara memasak makanan Indonesia," kata Vita yang sedang mengikuti program master of liberal arts di universitas tersebut.
Acara yang diselenggarakan International Students Association itu diikuti oleh 30 perwakilan negara antara lain Norwegia, Irlandia, Venezuela, Saudi Arabia, Filipina, Thailand, Pakistan, Iran, Jepang, Kenya, Turkey, Meksiko, Kolombia, Guyana, Perancis, Cina dan Indonesia.
sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/50936ebd582acf1c260000a5
More about → Mahasiswa AS di Houston Penasaran Ingin Belajar Angklung
Diposting oleh
Unknown on Senin, 29 Oktober 2012

Untuk yang pertama kalinya, Festival Keris Kamardikan diadakan di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Festival ini berlangsung pada tanggal 24 – 31 Oktober 2012.
Nah, dalam festival ini, akan dipamerkan ratusan keris dari seluruh Indonesia, lo. Keris Kamardikan sendiri adalah keris yang dibuat setelah era kemerdekaan Indonesia. Tema yang diangkat dalam festival ini adalah “Kebangkitan Kembali Kejayaan Keris Indonesia”. Oleh karena itu, tentu saja, festival ini dibuat untuk meningkatkan kecintaan kita juga bangsa lain terhadap warisan budaya Indonesia.
Disini, kita bisa belajar mengenal senjata khas Indonesia ini dengan melihat beragam jenis keris dari seluruh Indonesia, foto – foto pembuatan, bahan – bahan yang digunakan, bahkan proses pembuatan keris itu sendiri. Tak ketinggalan, lomba keris tingkat nasional, seminar, pemutaran film tentang keris, dan bursa keris juga ikut melengkapi festival ini.
Pengunjung festival keris pun ternyata tidak hanya berasal dari kalangan pecinta keris dari Indonesia saja. Beberapa negara sahabat, seperti Malaysia dan Belanda juga turut ikut dalam meramaikan acara ini.
O iya, festival ini dibuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, alias gratis! Jadi, jangan sampai ketinggalan, ya!

sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/508d6812e474b4a210000003
More about → [HOT] Wah, Ada Festival Keris di Museum Nasional!
Diposting oleh
Unknown on Minggu, 28 Oktober 2012
Syair dan lirik Indonesia Raya dinilai sudah tidak tepat dengan kondisi saat ini.
Sejumlah tokoh mendesak agar Lagu kebangsaan Indonesia Raya direvisi karena syair dan liriknya dinilai kurang tepat dengan kondisi sekarang.
“Lirik lagu Indonesia Raya perlu direvisi, khusus bagian ‘di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku'. Kalimat itu multitafsir dan menjadikan lagu Indonesia Raya kurang bermakna. Sebab konotasinya memandu itu seperti memandu orang yang sudah meninggal, walaupun dimaksudkan untuk Ibu Pertiwi," kata Ketua Lembaga Musik Indonesia, Didied Maheswara, di Jakarta, hari ini.
Menurut Didied, usul revisi ini sebelumnya juga pernah disampaikan kepada Preiden Soeharto dan Habibie. Namun, tidak ada respons dari pemerintah saat itu.
Didied menilai lirik atau syair lagu memiliki kekuatan dan efek pengaruh bagi yang mendengarkan. “Lirik lagu Indonesia Raya sangat hebat. Lirik ‘di sanalah aku berdiri', mesti disesuaikan liriknya jadi ‘dengan tegak aku berdiri menjadi pandu bangsaku',” ujarnya.
Sementara itu, Pengamat Hukum Tata Negara Margarito Kamis berpendapat, merevisi lagu kebangsaan bukan perkara yang sulit.
Dikatakan Margarito, revisi tersebut sangat mungkin dilakukan dan tidak perlu secara legalistik dengan menyampaikannya ke MPR.
“Revisi itu akan menjadi konvensi kalau ada kesepakatan antara Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MPR dan Presiden, itu saja sudah cukup,” kata Margarito.
Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) sekaligus penyair, Adhie Massardi, mengatakan lagu Indonesia Raya diciptakan dalam situasi darurat. Karena itu liriknya pun disesuaikan dengan situasi darurat.
“Konstitusi saja bisa diubah, yang penting semangatnya perubahan untuk Indonesia baru, dan ini harus menjadi gerakan kesadaran bernegara dan berkonstitusi,” imbuh dia.
Peraturan tentang lagu kebangsaan Indonesia Raya terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Tahun 2009 terbit UU Nomor 24 Tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/508ced404f6ea12229000010
More about → [ngikutin Jaman] Lagu Indonesia raya ingin direvisi
Diposting oleh
Unknown on Senin, 22 Oktober 2012

staf ahli menteri perindustrian doddy soepardi mengatakan, indonesia bertekad menjadi rumah batik dunia setelah unesco mengakui bahwa batik adalah warisan budaya tak benda milik indonesia.
"sebagai tindak lanjut dari pengakuan unesco itu, kami terus melakukan kegiatan untuk mengembangkan batik," kata doddy yang juga duduk di dewan pembina yayasan batik indonesia (ybi) di jakarta, baru-baru ini.
Doddy mengatakan, dalam dua tahun terakhir indonesia giat melakukan promosi batik di dalam dan luar negeri, terutama melalui pameran. Di antaranya pameran batik warisan budaya di plasa kementerian perindustrian, yang omzetnya mencapai rp 1,7 miliar dalam empat hari.
Pada 28 september sampai 2 oktober 2012, indonesia berencana menggelar world batik summit di jakarta, dengan mengambil tema indonesia global home batik.
sumber :http://old.kaskus.co.id/showthread.php?t=10125176
More about → Indonesia Bertekad Menjadi Rumah Batik Dunia
Diposting oleh
Unknown on Minggu, 21 Oktober 2012

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung.
Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.
Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit‘ atau ‘bersinar‘, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.
Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu.
sumber :http://old.kaskus.co.id/showthread.php?t=16966837
More about → Kebudayaan Candi Prambanan
Diposting oleh
Unknown on Selasa, 16 Oktober 2012
Miris memang ketika pemuda-pemudi Indonesia lupa akan budayanya sendiri. Mereka lebih memilih tuk berlomba-lomba mendedikasikan diri kepada budaya negara lain. Entah apa yang ada di pikiran mereka. Jika ditanya mengapa mereka seperti itu, jawabannya hanya "inilah trend, biar gak kampungan". Jika seperti itu, apakah budaya Indonesia merupakan hal yang "kampungan"? budaya yang tidak menarik? budaya yang tidak ada apa-apanya dengan negara lain?
ane berikan contoh budaya Indonesia yang bisa agan kabarkan pada dunia..
Spoiler for tari kipas:


tari kipas sulawesi selatan gak kalah dengan tariannya korea
Spoiler for tari papua:


mau tato-tatoan? tari papua lebih sangar
Spoiler for tari ponorogo:


mau jungkir balik? reog ponorogo lebih lengkap
Spoiler for tari pendet:


mau yang eksotis? pendet lebih seger
dan masih banyak lagi gan yang lainnya..
jangan sampai kita terlambat gan, artinya kita baru marah ketika ada negara lain mencuri budaya kita, padahal salah kita sendiri yang tidak menjaga, melestarikan, bahkan mengangkat ke dunia..
ane gak berharap cendol, hanya ingin mencoba dengan trit ini, ane berharap kita semua mau sadar dengan lebih mencintai budaya Indonesia. jika agan setuju dengan pendapat ane, silahkan disundul dengan komentar agan, atau di-rate, biar yang sadar lebih banyak. terima kasih sebelumnya gan..
sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16971527
More about → Lupakan Gangnam, Saatnya Menduniakan Budaya Indonesia