UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Bagaimana Meningkatkan Semangat Kerja

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 05 Februari 2011


Apakah hidup Anda bersemangat? Puas dengan pilihan yang Anda ambil dalam kehidupan dan karier Anda?

Banyak orang beranggapan, gairah dan bekerja tidak dapat dicampur. Mereka bahkan berpikir, bekerja untuk hidup dan cari makan. Bukan bukan untuk memberi makan jiwa kita.

Jelas, pendapat tersebut keliru. Sebab, pada kenyataannya, gairah dan kehidupan adalah hal pokok yang harus diprrioritaskan. Dengan gairah, bakat Anda termotivasi. Gairah adalah suatu karunia dan yang terpenting gairah membuat Anda menjadi “siapa diri Anda”. Gairah Anda adalah kekuatan dan enerji Anda. Gairah merupakan bagian dari diri Anda yang memotivasi untuk melakukan apa yang ingin Anda lakukan.

Yang jadi masalah, banyak orang mengabaikan gairah mereka pada saat harus memilih dalam karier. Stres karena deadline dan bermacam-macam keadaan di kantor yang menimbulkan kekesalan, membuat kita mulai mengabaikan gairah. Tetapi, gairah murni tetap ada dalam diri Anda dan kadang memang harus digali dan diihidupkan lagi.
Caranya? Simak saja saran-saran berikut.

1. Cermin Masa Lalu

Salah satu cara yang paling bagus untuk mengidentifikasi gairah nyata Anda adalah dengan memikirkan hidup Anda, Terutama mengingat masa kanak-kanak dan mengidentifikasi hal-hal yang Anda sukai. Apa yang membuat Anda sangat gembira? Apa yang dapat Anda peroleh dengan mudah?

Coba, deh, ingat-ingat hal-hal yang Anda sukai waktu masa sekolah atau permainan favorit saat kecil. Jika gemar main boneka, mungkin Anda menyimpan bakat terpendam yang menunggu saat yang tepat untuk ditampilkan.

Begitu Anda dapat mengidentifikasi kegemaran Anda, maka Anda pun tahu bagaimana memanfaatkannya. Sebagai contoh, orang yang senang tampil dapat menemukan peluangnya dengan bekerja sebagai presenter, pembicara. Ingat, gairah kita terpampang di depan kita!

2. Identifikasi Impian

Jika ingin menggali gairah, Anda perlu mengidentifikasi “mimpi” Anda. Buatlah daftar hal-hal yang sangat ingin dilakukan, hal-hal yang kalau Anda lakukan tidak akan merugikan bagi Anda. Jelas, Anda harus berani menghadapi tantangan-tantangan. Mungkin Anda bermimpi menjadi penari terkenal. Dengan demikian, Anda akan termotivasi mengikuti kursus menari.

Jangan lupakan catatan daftar mimpi Anda dan jangan pernah berpikir “tidak mungkin” karena dengan mempunyai mimpi, Anda akan termotivasi untuk mewujudkan cita-cita Anda.

3. Cari Peluang

Coba ambil katalog kursus, lihat kursus apa yang ditawarkan dan beri tanda pada bagian yang menarik buat Anda. Beri kesempatan pada diri sendiri untuk mengikuti kursus yang Anda minati. Bila tertarik pada seni, ikuti kursus mengenai seni. Bila ingin jadi fotografer, ikuti kursus mengenai fotografi.

Lakukanlah sesuatu sesuai dengan minat Anda. Apakah itu menari, menyanyi, atau menulis. Anda harus berani melakukan dan mencoba sesuatu yang baru.

4. Bangun Dunia & Gaya Hidup

Setiap orang harus berani melakukan hal-hal yang memotivasi dirinya dan yang memberi ilham. Setiap manusia punya pembawaan sejak lahir, demikian juga halnya dengan gairah. Gairah merupakan suatu benih dari dalam diri kita.

Jika gairah ini tidak digali, maka bakat yang ada dalam diri kita tidak akan pernah tumbuh. Tetapi jika gairah digali dan dikembangkan di lingkungan yang sesuai, Anda akan sukses dan menjadi orang seperti yang Anda idam-idamkan.

Memang, perlu waktu untuk menggali gairah dan mengembangkannya. Yang diperlukan adalah kemauan untuk mengembangkannya. " Hidup ini bukanlah suatu latihan." Diri Anda sendirilah yang dapat membuat hidup Anda bahagia atau tidak.
More aboutBagaimana Meningkatkan Semangat Kerja

Masalah Perkawinan

Diposting oleh Unknown


Perkawinan tak selalu menjadi bangunan yang indah. Ada kalanya juga dihiasi oleh konflik. Nah, ada baiknya Anda kenali dulu “musuh-musuh” perkawinan berikut ini.

Kata orang tua, jangan pernah sekali-kali berpikir tentang perceraian. Bahkan, pada saat terjadi konflik besar pun, perceraian bukanlah solusi terbaik. Jadi, jagalah pernikahan Anda seolah-olah tengah mempertahankan hidup Anda. Apa saja sih ancaman yang patut diketahui dan biasa muncul dalam kehidupan berumah tangga? Berikut sembilan daftar di antaranya:

1 Komitmen berlebihan

Meski tampaknya oke, tapi berhati-hatilah terhadap ancaman satu ini, terutama bagi pasangan muda.

Bayangkan, Anda merupakan pasangan muda yang baru beberapa bulan menikah, tapi Anda berdua masing-masing sibuk dengan urusan karier, melanjutkan kuliah, bekerja penuh waktu di perusahaan multinasional, lalu mempunyai bayi atau balita, sibuk merencanakan membangun rumah, serta menghabiskan waktu memulai bisnis usaha pada waktu yang sama.

Kedengarannya konyol, namun banyak pasangan muda melakukan hal ini dan kemudian terkejut ketika yang terjadi adalah pernikahan mereka berantakan. Bagaimana tidak, satu-satunya saat mereka bisa bertemu satu sama lain justru pada saat mereka berdua sudah habis kelelahan.

Pesan moralnya adalah lebih banyak berbagi waktu satu sama lain jika ingin cinta Anda berdua tetap menyala.

2 Masalah keuangan

Urusan keuangan menjadi musuh nomor dua yang harus diwaspadai. Utang yang berlebihan, tagihan kartu kredit yang overlimit , debat mengenai bagaimana uang akan dibelanjakan, dan sebagainya sebaiknya diantisipasi.

Caranya, bicarakan di awal pernikahan bagaimana komitmen Anda berdua mengenai masalah keuangan.

Contoh, biasakan membayar tunai untuk barang-barang konsumtif, atau kalau memang tak perlu sebaiknya tunda saja. Jangan menghabiskan uang lebih untuk membeli benda atau jasa yang belum dibutuhkan atau yang harganya jauh di atas budget yang Anda miliki, karena ini hanya akan membuat sumber daya keuangan untuk hal-hal yang lebih penting menjadi berkurang. Contoh, dana untuk pendidikan anak, menyewa baby-sitter , budget kebutuhan rumah tangga, dan sebagainya. Ending -nya pun bisa ditebak, Anda dan pasangan sibuk beradu mulut. Intinya, alokasikan uang Anda dengan bijak.

3 Egois

Ada dua tipe orang di dunia, tipe pemberi dan tipe pengambil. Perkawinan antara dua orang bertipe pemberi bisa menjadikan perkawinan menjadi sesuatu yang indah. Kedua pasangan saling memberikan hal-hal terbaik buat pasangannya. Pernikahan antara pemberi dan pengambil bisa berisiko memunculkan konflik, meskipun relatif kecil dan bisa diselesaikan. Yang berbahaya adalah jika Anda dan pasangan sama-sama bertipe sebagai sang pengambil, masing-masing tak mau kalah, dua-duanya egois. Cepat atau lambat, ini pasti akan menghancurkan pernikahan.

4 Intervensi mertua

Rasanya terlalu tradisional dan kolot, ya? Namun, fakta menunjukkan banyak pasangan yang beradu mulut karena merasa campur tangan Sang Mertua terlalu jauh masuk ke dalam wilayah rumah tangga mereka. Di sisi lain, pasangan merasa pasangannya terlalu sensitif dan menilai buruk orang tuanya.

Banyak orang tua yang masih sulit memberikan otonomi bagi anak-anaknya yang sudah menikah. Apalagi jika Sang Anak merupakan anak kesayangan, anak bungsu atau anak tunggal. Jadi, jika salah satu suami atau istri belum sepenuhnya terbebaskan dari orang tua, maka yang terbaik adalah tidak tinggal dekat atau bersama mereka.

5 Harapan yang tidak realistis

Beberapa pasangan menikah dengan impian tentang pernikahan yang seringkali tidak realistis. Ingin membangun rumah tangga ideal, punya rumah nyaman, memiliki anak-anak yang rupawan, menyekolahkan anak-anak setinggi langit, dan sebagainya.

Seringkali ilusi romantis seperti inilah yang memicu depresi manakala kenyataannya tak seperti yang diharapkan. Cari uang tak selalu mudah, urusan pekerjaan yang menyita pikiran dan tenaga, dan sebagainya. Belum lagi harapan istri atau suami terhadap pasangannya yang terlalu berlebihan yang bisa menimbulkan kekecewaan. Ini adalah perangkap emosional, jadi tak perlu terlalu muluk-muluk. Realistis sajalah.

6 Tidak memberi ruang gerak

Adakalanya pasangan tidak memberi ruang gerak bagi pasangannya. Contohnya, suami yang memberikan aturan-aturan atau harapan-harapan tinggi kepada istrinya, atau sebaliknya. Mereka tidak memberi ruang bernapas yang dibutuhkan pasangan mereka, sehingga lama-lama justru akan mencekik dan menghancurkan cinta di antara mereka. Kecemburuan misalnya, merupakan salah satu cara fenomena ini memanifestasikan dirinya. Yang lain adalah harga diri yang rendah, yang menjadikan pasangan tak aman untuk menginjak-injak wilayah lain. Ingat, cinta harus bebas dan saling mempercayai.

7 Kebiasaan buruk

Pornografi, judi, kecanduan, dan perilaku buruk lainnya cenderung menciptakan perilaku destruktif.

Selama tahap perkenalan, barangkali perilaku-perilaku semacam ini masih tertutup rasa cinta. Pada beberapa orang, kelemahan dan kerentanan ini tidak diketahui sampai akhirnya terlambat. Kemudian mereka akhirnya kecanduan dan menimbulkan luka bagi tiap anggota keluarga.

Barangkali terdengar lucu, namun sebuah studi menunjukkan, kehancuran pribadi dan rumah tangga sering dimulai ketika dampak kebiasaan atau perilaku ini muncul. Jika kita menjaga hidup kita bersih dan tidak melibatkan diri pada permainan yang dekat dengan tindakan kriminal, maka hal-hal buruk lebih mudah diantisipasi.

8 Business stuff

Berbisnis sah-sah saja, apalagi jika hasilnya sepadan dan bisa menunjang keuangan keluarga. Namun, bisnis juga bisa menjadi ancaman bagi keutuhan rumah tangga.

Contoh jika bisnis gagal. Untuk hal ini, yang paling banyak terkena dampak biasanya adalah kaum pria (suami). Perubahan keuangan inilah yang acapkali memicu konflik di dalam rumah tangga. Tadinya biasa makan enak di restoran, kini harus superhemat karena uang habis untuk membangun bisnis.

Begitu juga sebaliknya. Kesuksesan bisnis seringkali menjadi pemicu konflik yang bisa membahayakan keutuhan rumah tangga. Gelimang uang dan ketenaran seringkali membuat mereka yang tak siap menjadi lupa dan meruntuhkan rumah tangganya sendiri.

9 Menikah terlalu muda

Survei menunjukkan, wanita yang menikah pada usia di bawah 17 tahun dua kali lebih berisiko untuk bercerai ketimbang mereka yang menikah di usia 18 sampai 20 tahun. Tekanan usia yang masih remaja dan tekanan kehidupan pernikahan dini ternyata memang tak bisa teraduk manis. Akibatnya, mereka tak kuat dan rumah tangganya berantakan.

Jalan keluarnya, peran pihak ketiga sangat dibutuhkan untuk membantu pasangan muda ini menghadapi tekanan kehidupan dan sukses mengarungi bahtera rumahtangga.

Nah, daftar di atas baru merupakan sebagian kecil saja dari hal-hal yang menjadi musuh dan bisa merusak pernikahan. Sebenarnya, daftarnya hampir tak terbatas. Beberapa contoh lain misalnya masalah seks, persoalan anak, harga diri yang rendah, dan sebagainya. Jadi, jika berniat mempertahankan pernikahan sepanjang usia, tak ada salahnya mengantisipasi hal-hal di atas.

Hasto Prianggoro/berbagai sumber
More aboutMasalah Perkawinan

Bagaimana Memahami Sifat Istri

Diposting oleh Unknown


Jika kita kenal karakter pasangan, dijamin konflik dapat diminimalisir. Bukankah dengan kenal, kita bisa memahaminya, hingga solusi pun bisa ditemukan. Nah, seperti apa karakter istri Anda, silakan simak sejumlah karakter di bawah ini.


1. BOROS

Coba lihat bagaimana karakter orang tuanya. Soalnya, kata psikolog Raymond A.I. Tambunan dari Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Jakarta, mereka yang boros biasanya dibesarkan dari orang tua yang boros pula. "Jadi, sejak kecil memang sudah terbiasa dengan pola hidup boros." Umumnya lebih impulsif, yakni tak bisa menunda keinginan. Bila menginginkan sesuatu, ia pasti langsung membelinya. "Bukankah dari orang tuanya, ia selalu mendapat pemenuhan atas setiap yang diinginkannya?"

Kendati demikian, pola asuh bukan satu-satunya yang membentuk seseorang berkembang jadi si boros. Ada juga, kok, yang dulunya hidup miskin, tapi setelah dewasa jadi boros. "Kalau sekarang ia hidup bergelimang harta karena berhasil mencapai pendidikan tinggi hingga punya karir dan penghasilan bagus, tentunya apa pun yang ia inginkan bisa dibelinya dengan mudah hingga membentuknya jadi pribadi yang boros." Jadi, sikap borosnya lebih merupakan kompensasi masa kecilnya yang serba susah.

Tentu saja, si pemboros tak mengenal budaya menabung. Terlebih si boros yang merupakan "produk" dari orang tua boros. Di benaknya yang ada cuma bagaimana menghabiskan uang yang diperolehnya. Celaka, kan? Bisa-bisa tiap menjelang akhir bulan suami harus ekstra cari tambahan untuk menutupi kekurangan belanja. Atau, bisa jadi suami kemudian menjatah uang belanja per minggu atau malah per hari. Kalau sudah begitu, bakalan "perang", deh.

2. PELIT

Kayaknya karakter ini sudah menjadi semacam trade mark kaum ibu. Bukankah para ibu lebih suka berkeliling pasar menawar ke sana ke mari demi mendapatkan harga termurah? Orang luar boleh saja berkomentar, "Kok, mau beli gitu aja mesti dihitung-hitung banget? Berapa, sih, selisih harganya? Apa enggak capek buang-buang energi?"

Padahal, ibu-ibu model ini belum tentu pelit, lo. Siapa tahu ia cuma bermaksud hemat. Apalagi secara sosiologis, terang Raymond, ibu-ibu di negeri kita umumnya bertanggung jawab pegang keuangan keluarga, sementara suami bertugas mencari nafkah. "Nah, sebagai menejer keuangan keluarga, tentu ia harus pandai-pandai mengatur keuangan keluarganya, bukan? Itu sebab, perbedaan-perbedaan harga yang oleh orang luar dinilai sepele, bagi si ibu sangat berarti." Terlebih bila ia memperhitungkannya berdasarkan akumulasi atau penjumlahan. Coba, gimana jadinya bila belanja keluarga tekor? Ibu juga, kan, yang biasanya dituduh tak becus pegang uang? Sementara bapak dan anak biasanya enggak mau tahu. Mereka cuma tahu beres aaja karena tak mau kelewat njlimet memperhitungkan perbedaan-perbedaan harga tadi.

Jadi kalau pelitnya dalam arti hemat, dipahami aja, deh, Pak. Ketimbang punya istri boros yang bisanya cuma menghambur-hamburkan uang melulu. Iya, kan? Apalagi, "biasanya karakter pelit yang hemat ini lebih dimunculkan oleh kondisi tertentu semisal terbiasa menjalani kehidupan serba susah dari sudut ekonomi, hingga ia harus menabung dulu untuk mendapatkan yang diinginkannya." Nah, malah bagus, kan? Si kecil pun bisa belajar menabung dari ibunya, sekaligus belajar menahan diri untuk menunda keinginannya.

Sebaliknya, si pelit dalam arti tak mau berbagi, biasanya diwarnai posesivitas, yaitu keinginan untuk memiliki yang begitu kuat. Karakter ini sebenarnya dibawa dari masa 5 tahun pertama. "Bila pada tahap usia ini anak kelewat diatur-atur hingga terbiasa menahan segala keinginannya karena tak boleh ini maupun itu, ia berkembang jadi pribadi yang tak mau berbagi." Namun dengan usia terus bertambah, semestinya ia makin bisa membedakan miliknya dan milik orang lain, serta lebih mampu meminjam dan meminjamkan miliknya. Jangan malah keterusan, sampai sudah jadi ibu pun masih pelit enggak ketulungan.

3. TAK BETAH DI RUMAH

"Memang ada pribadi-pribadi yang tergolong outgoing alias tak betah di rumah ini," bilang Raymond. Yang model begini, suka sekali menghabiskan waktu dengan jalan-jalan ke mal dan menghambur-hamburkan uang. Padahal, jika memang tujuannya mengisi waktu, kan, masih banyak kegiatan bermanfaat. Entah kursus menjahit, merangkai bunga, bahasa asing, dan sebagainya, yang lebih erat kaitannya dengan achievement. Sementara di rumah pun, rasanya mustahil bila tak ada pekerjaan dijadikan alasan keluyuran. Bukankah mendampingi anak belajar atau memanfaatkan waktu bersama anak merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat ketimbang mereka seharian bersama pembantu?

Namun, ada pula yang tak betah di rumah lantaran merasa belum cukup dengan apa yang sudah dilakukannya di rumah. "Jadi, ia memang bisa mengisi waktu dengan pekerjaan rumah tangga tapi menginginkan lebih dari itu." Apalagi bila ia merasa kompeten dan berpeluang membina karir di luar karena punya keterampilan tertentu, tentu tak berlebihan jika si ibu lantas meninggalkan rumah guna mewujudkan angan-angannya tadi. Bukan berarti ia enggak sayang pada anaknya, lo. Terlebih jika anaknya sudah mulai besar dan tak perlu ditunggui setiap saat, nggak ada salahnya, kan, bila ia memanfaatkan waktunya untuk lebih mengaktualisasikan dirinya?

Ada juga, lo, istri-istri yang tak betah di rumah lantaran kesepian. Hingga, ia lantas mencari hiburan dengan keluyuran tak tentu arah. Tentu saja, perilaku ini tak hanya terbatas pada ibu rumah tangga semata, melainkan juga para eksekutif. Terlebih 10 tahun terakhir ini, banyak orang pulang kantor bukannya ke rumah, malah jalan-jalan dulu ke kafe, pub, dan sejenisnya.

Nah, yang harus dicari adalah jawaban mengapa ia tak betah di rumah dan adakah sesuatu yang membuatnya begitu. Boleh jadi lantaran ia merasa harus tampil cantik atau menarik karena ia sudah bosan tampil seadanya setiap hari di rumah. Bisa jadi pula karena hubungannya dengan suami kurang memuaskan hingga ia butuh pengakuan dari orang lain. Atau, ia tak betah di rumah karena ingin menghindari keruwetan rumah tangga lantaran tak diajarkan/dibiasakan terampil memecahkan masalah, hingga yang ada hanya sekadar pelarian.

Kemungkinkan lain, ia cuma ingin pamer, "Nih, lo, gue!" untuk mendapat pengakuan sosial yang tinggi di saat pertemuan-pertemuan rutin semacam arisan tak lagi dianggap memberinya kepuasan.

Alasan-alasan tersebut, menurut Raymod, bisa dipahami sepanjang cuma untuk sementara waktu. Jadi, kalau cuma lantaran bosan tampil dengan daster butut di rumah lantas tiap hari keluyuran, ya, enggak bener, dong.

4. TUKANG NGOMEL

Pusing juga, ya, Pak, punya istri model ini. Sedikit saja ada yang nggak berkenan di hatinya, ia langsung ngomel. Apalagi kalau ada yang bikin salah, omelannya bisa memekakkan telinga. Tak peduli siapa orang yang ia omeli, entah suami, anak, ataupun pembantu.

Menurut Raymond, karakter ini muncul bukan lantaran perempuan pada dasarnya memang cerewet, karena lelaki pun banyak yang cerewet. "Karakter ini lebih merupakan mekanisme pertahanan untuk menunjukkan dirinya agar dihargai." Kasarnya, "Ini, lo, gue! Jangan anggap remeh gue, ya!'." Pasalnya, secara fisik, yang bersangkutan tak mampu menyelesaikan masalahnya, hingga ditempuhlah cara dalam bentuk agresivitas yang dianggapnya paling aman dan terhormat ketimbang main lempar-banting piring.

Raymond melihat, mengomel merupakan bentuk agresivitas yang paling sering muncul lantaran orang merasa frustrasi. Pemicunya berupa situasi yang serba "mengurung" hingga ia merasa tak berdaya. "Kalau ada masalah tapi enggak diselesaikan, pastinya, kan, bertumpuk. Nah, kalau ini selalu berulang, tentu sangat menjengkelkan dan terakumulasi. Apalagi jika sudah dikasih tahu baik-baik tapi tetap tak ada perubahan, ya, akan memunculkan agresi."

Akan halnya cerewet, lebih disebabkan faktor kecemasan. Bukankah para ibu biasanya relatif lebih mudah cemas? Hingga, saat si kecil pamit hendak main sepeda di depan rumah, misal, ibu langsung membekalinya dengan segudang nasihat. Pendeknya, segala sesuatu bikin ia cemas. Bahkan, omongannya sendiri pun ia cemaskan, "Jangan-jangan omongan saya tadi enggak jelas," hingga bolak-balik ia omongin lagi hal yang sama sampai yang mendengarnya pun capek.

Cerewet, bilang Raymond, harus dibedakan dengan orang yang memang senang bicara. "Mereka kalau bicara kata-katanya lebih bermakna dan sistematis, bukan asal ngomong atau berkomentar asal nyeplos tapi betul-betul dipikirkan."

5. PENCEMBURU

Istri model ini amat posesif karena ia merasa tak aman. Coba telusuri lebih jauh penyebabnya sampai ke masa kecilnya, adakah ia punya pengalaman buruk. Soalnya, terang Raymond, "mereka yang punya pengalaman tak enak, berpotensi besar jadi cemburuan." Misal, apa yang ia miliki mudah hilang atau barang-barangnya yang dipinjam tak pernah kembali.

Kondisi kehidupan atau tuntutan tugas yang "memaksa"nya sering berpindah tempat, juga bisa menjadi salah satu sebab munculnya karakter ini. Bukankah ia harus tercabut dari lingkungan lama yang sudah akrab dan selalu harus memulai dari awal lagi? "Nah, ini membuatnya merasa tak aman dan nyaman. Ia merasa segala yang telah dibina selalu sia-sia, hingga timbullah posesivitas dan keresahan tingkat tinggi." Akibatnya, terhadap suami pun, ia demikian; ia takut kehilangan orang yang dicintainya hingga ia punya kecemasan berlebihan kalau-kalau suaminya akan lepas juga darinya. Buntutnya, muncullah cemburu buta.

"Sebenarnya, istri atau suami cemburu itu, wajar, kok. Malah dibutuhkan untuk menunjukkan ekspresi cinta dan perasaan memiliki," kata Raymond. Namun bila berlebihan, jadi tak wajar, karena sudah disertai kecurigaan dan ketidakpercayaan. Jelas ini enggak sehat dan pasti mengundang konflik. Iya, kan, Bu-Pak?

6. SLORDIG

Buat mereka, keteraturan nggak terlalu penting. Itu sebab, mereka tak terusik sedikit pun kala melihat si kecil belum juga mandi padahal hari hampir magrib atau mendapat tas kerja suami ada di tempat tidur, dan sebagainya. Bahkan, si kecil belum makan pun, tak jadi soal buatnya. "Toh, kalau lapar nanti juga minta makan," begitu pikirnya. Rumah berantakan juga ia tenang-tenang saja.

Jika pasangannya juga seirama, mungkin tak bakal jadi masalah buat keduanya. Namun bila suaminya sangat teratur, bisa-bisa tiap hari ada "bom" meletus di rumah. Betapa tidak! Di mata si teratur, segala sesuatu harus serba rapi, dan sistematis, tak boleh melenceng sedikit pun. Mereka juga amat disiplin, cenderung mengatur dan mendominasi orang lain. Nggak heran, kan, kalau dua karakter yang bertolak belakang ini akhirnya jadi sering konflik?

Apalagi, si slordig ini tipe orang yang cenderung menunda-nunda pekerjaan dan menggampangkan masalah. Baginya, hidup ini seperti air mengalir; segalanya berjalan biasa saja, tak ada yang harus dikejar. Umumnya karena ia tak punya ambisi dan aspirasi yang muluk. Nah, inilah yang harus ditumbuhkan dalam dirinya.

Menurut Raymond, ketiadaan ambisi dan aspirasi ini lebih disebabkan pandangan yang salah kaprah tentang peran perempuan. "Di sini masih banyak, kan, yang mengganggap wanita egois kalau ingin bersekolah lagi atau bekerja. Dianggapnya tak perhatian sama anak, lebih mementingkan diri sendiri, dan sebagainya." Dengan kata lain, label-label dari lingkunganlah yang menindas aspirasi wanita. Celakanya, jika ia juga bersuamikan yang setipe dengan lingkungan tersebut, makin tenggelamlah aspirasinya.

7. GILA KERJA

Ini sudah lampu kuning, Pak. Soalnya, bisa jadi ada something wrong dengan kehidupan rumah tangga Anda berdua, hingga ia merasa tak nyaman, lalu mencari kompensasi dengan bekerja dan mengejar prestasi di bidang lain. Meski tak tertutup kemungkinan kegilaannya berhubungan dengan achievement atau ambisi mencapai sesuatu yang lebih. "Ia merasa ada yang kurang hingga harus mengejar untuk menutupi kekurangan itu," jelas Raymond.

Bisa juga karena faktor-faktor teknis seperti kondisi kantor dan sistem kompensasi yang amat bagus, hingga orang terpacu untuk berkarier dan terus berkarier. Akibatnya, ia merasa lebih betah di kantor ketimbang di rumah, terlebih jika kondisi rumah juga mendukungnya untuk "lari" ke kantor. Wong, di kantor lebih nyaman, kok. Ia merasa dihargai, mendapat kepercayaan dan kesempatan, jenjang kariernya jelas, dan situasi kerjanya pun menyenangkan.

Disamping, gila kerja juga didorong oleh kecenderungan untuk memiliki uang pribadi agar tak ada ketergantungan ekonomis pada suami. Umumnya, pertimbangan ekonomi cukup kuat mendorong ibu-ibu untuk bekerja dan mengejar karier.

Sayang, reaksi orang-orang rumah, terutama suami, sering enggak tepat semisal marah, menuduh, atau melecehkan, hingga yang kemudian muncul justru keinginan lebih untuk bekerja dan terus bekerja. "Daripada di rumah cuma ribut terus, mending ke kantor," begitu yang ada di benaknya.

Menurut Raymond, secara kasat mata biasanya sulit dibedakan antara yang gila kerja lantaran memang betul-betul menikmati ataukah hanya sekadar pelarian. Pastinya, mereka yang potensial punya rasa rendah diri merasa menemukan pengakuan atau dianggap berharga dari dunia kerja. Terlebih jika dari suami, ia lebih kerap mendengar kata-kata bernada menghina/melecehkan.

8. "PELAYAN SEJATI"

Masih banyak, lo, istri model ini. Penyebabnya, "faktor budaya," ujar Raymond. Bukankah budaya kita, terlebih jaman dulu, mendudukkan perempuan lebih rendah dari pria? Jadi, sedari kecil, perempuan sudah terbiasa kalah dan mengalah; dididik untuk selalu melayani, bukan dilayani. Hingga yang tertanam di benaknya, "Saya ada untuk melayani suami dan anak." Selain, perempuan memang punya naluri untuk merawat, hingga ada kecenderungan lebih mengutamakan suami dan anak.

Jika suami tergolong tipe yang senang dilayani, kloplah. Suami puas, istri pun merasa dirinya berharga. Namun buat suami yang lebih mementingkan diskusi antar anggota keluarga dan keterlibatan istri dalam pengambilan keputusan, tentulah sangat tak nyaman beristrikan model ini. Ia butuh istri yang bisa diajak ngobrol, bisa dimintai pendapat dan ide-idenya, bahkan bisa memutuskan apa yang terbaik buat suami kala si suami sudah kehabisan solusi untuk mengatasi masalahnya. Dalam bahasa lain, ia butuh pasangan yang setara. Nah, jika kebutuhan ini tak diperoleh dari istrinya, bisa jadi ia akan mencarinya dari orang lain. Jika orang lain itu sejenis, mungkin nggak masalah. Namun bila berlainan jenis, apa nggak bakalan runyam nantinya?

Buat suami yang tak puas, saran Raymond, "komunikasikan dengan istri." Soalnya, istri model ini "tak punya" nyali buat ngomong duluan karena ia terbiasa menerima. Bukan tak mungkin setelah diajak bicara, ternyata ia juga merasa tertekan dengan sikapnya yang demikian tapi tak berani mengutarakannya.

9. "TERSERAH MAS AJA, DEH."

Kalau yang ini lebih karena sedari kecil tak dibiasakan memilih dan mengambil keputusan. Namun bisa juga lantaran suami kelewat dominan atau boleh jadi ia punya pengalaman pahit/menyakitkan kala ikut menentukan pilihan semisal komentar suami yang melecehkan, "Selera Mama, kok, norak banget, sih?" atau "Ah, kamu memang nggak pernah bisa dimintai pendapat, salah melulu." Istri sebaik dan sesabar apa pun pasti akan terluka hatinya. Akhirnya, ia lebih memilih diam daripada harus sakit hati. Namun buntutnya, bisa jadi ia ngomel di belakang menunjukkan kekecewaan, "Kok, gini, sih?"

Th. Puspayanti/nakita
More aboutBagaimana Memahami Sifat Istri

Tips Perawatan Kulit Pagi dan Malam Hari

Diposting oleh Unknown


Perawatan kulit sangatlah penting untuk dilakukan khususnya saat pagi dan malam hari. Mengapa demikian? Karena enzim-enzim di dalam tubuh menjadi aktif di saat tubuh kita banyak bergerak di pagi dan siang hari. Kulit pun bisa mengalami stres karena cuaca dan lingkungan, yang bisa menyebabkan penuaan kulit.

Sementara pada malam hari tepatnya dari tengah malam hingga jam enam pagi, kulit melewati sistem pembaruan yang sangat penting. Beberapa hal di bawah ini bisa Anda lakukan untuk menjaga kulit agar tetap cantik.

Perawatan Pagi Hari:


* Jangan lupa mandi pagi untuk menyegarkan kulit, tubuh dan pikiran.
* Oleskan krim pelembap kulit dan pijatlah secara lembut selama 2-3 menit untuk melancarkan peredaran darah.
* Bila sering beraktivitas di luar, sebaiknya memakai krim yang mengandung tabir surya.
* Gunakanlah masker selama 10-15 menit untuk membuat wajah lebih segar.
* Tempelkan sendok berbahan metal yang telah didinginkan di kulkas untuk mengurangi mata yang sembab.
* Minumlah air atau teh hangat untuk menjaga metabolisme tubuh.

Perawatan Malam Hari:
* Jangan lupa untuk membersihkan riasan sebelum tidur.
* Gunakan krim malam untuk membantu perbaikan kulit, karena di malam hari inilah kulit cepat menyerap nutrisi, dan jangan lupa untuk memijat wajah Anda untuk kembali melancarkan peredaran darah dan membuang racun.
* Tidur 6-8 jam tiap malam.
* Saat beraktivitas di siang hari, kurangi makanan yang mengandung garam, karena garam mengikat air dan dapat membuat wajah Anda terlihat kusam saat bangun tidur.
Sumber: Prevention Indonesia
More aboutTips Perawatan Kulit Pagi dan Malam Hari

Tips Menjadi Muda Kembali

Diposting oleh Unknown


Tak perlu merasakan sakit untuk mendapatkan kulit halus tanpa kerutan secara instan. Dengan system botoxology, kulit Anda akan muda kembali.

Saat ini yang kita tahu, botox adalah proses menghilangkan kerutan dan mengencangkan wajah dengan cara instan berupa penyuntikan suatu serum anti kerut ke dalam lapisan kulit wajah. Tapi, itu merupakan cara lama yang mungkin sedikit berbahaya. Dengan hadirnya botoxology, kulit Anda menjadi kencang tanpa bahaya. Botoxology adalah sebuah metode perawatan anti-aging terbaru tanpa menggunakan injeksi dan non-surgical face lift (proses penarikan wajah dengan cara operasi plastik) dengan kombinasi antara teknologi mesin biolift dan kekuatan dari 'magic serum ', keduanya dapat bekerja di luar dan dalam secara maksimal. Dan cara lama yang mengerikan berubah bentuk menjadi proses pengecangan wajah yang cepat dan aman.


Proses botoxology pada wajah dimulai dari:

1. Bersihkan bagian mata dan bibir dari debu dan sisa riasan dengan menggunakan eye make up remove r.
2. Setelah itu lanjut dengan pembersihan seluruh wajah dengan menggunakan milk cleanser .
3. “Magic serum " yang mengandung bahan-bahan alami seperti glycolic acid (ekstrak citrus), xanthan gum (cairan yang berfungsi mengencangkan wajah) dan propelene glycol (pelembap) diaplikasikan ke seluruh bagian wajah.
4. Lanjutkan dengan penggunaan alat botoxology yang berfungsi menarik kulit wajah selama 15 menit dan fokuskan kepada bagian yang bermasalah seperti kerutan.
5. Untuk melengkapi seluruh proses agar hasil yang dituju sempurna, wajah diberi masker yang dipilih sesuai kebutuhan kulit Anda. Seperti anti-wrinkle , pemutihan dan pengecangan.
6. Proses terakhir, wajah dibersihkan dengan menggunakan toner , setelah itu diberi pelembap untuk menghindari wajah dari kekeringan.

Wisnu Sulistyanto
More aboutTips Menjadi Muda Kembali

Keputihan Saat Hamil

Diposting oleh Unknown


Keputihan yang tidak gatal, berbau, bening, jumlahnya sedikit, atau tidak bercampur darah merupakan hal normal pada ibu hamil. Bila mengganggu coba cuci dengan air bersih, sering berganti celana dalam dan lakukan pemeriksaan cairan vagina untuk menemukan penyebab dari keputihan tersebut. Pemeriksaan biakan kuman atau sediaan basah cairan vagina dapat menemukan penyebab dari keputihan. Rasa gatal biasanya timbul akibat infeksi jamur, pengobatannya dengan antijamur, bukan antibiotika. Suami Ibu sebaiknya berobat ke dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin.

Perut yang dirasakan cepat membesar dapat disebabkan oleh kehamilan ganda, kembar air, kembung yang berlebihan, atau ada kelainan lain dalam rongga perut, misalnya kista atau juga akibat pertambahan berat badan yang berlebihan. Sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter Ibu untuk mencari penyebabnya. Rasa gatal yang menyebar ke paha bisa juga akibat infeksi jamur atau akibat regangan kulit yang berlebihan.

Istilah keracunan kehamilan merupakan istilah yang salah, yang benar adalah penyakit darah tinggi pada kehamilan (preeklamsia) dan gejalanya bukan gatal, tapi peningkatan tekanan darah 140/90 mmH, dan kebocoran protein dalam urin. Pemeriksaan TORCH tidak rutin dilakukan tetapi harus ada alasan medis, misalnya pernah mengalami cacat bawaan (misalnya hidrosefalus), memelihara kucing dan sering mengonsumsi daging setengah matang, atau sering berkebun tanpa memakai sarung tangan. Terima kasih atas pertanyaannya.

Sumber : Nova
More aboutKeputihan Saat Hamil

Nutrisi Tepat Ibu Hamil

Diposting oleh Unknown


Calon ibu sehat, bayi pun sehat. Begitu kira-kira kalimat yang menggambarkan pentingnya asupan berkualitas saat hamil.

Setiap wanita pasti menginginkan hadirnya seorang anak yang sehat dan cerdas. Sehat tidaknya bayi yang dilahirkan salah satunya dipengaruhi oleh asupan gizi calon ibu sebelum dan saat ia hamil. Maka, tak salah jika orang bilang, “Your baby is what you eat. ”

Bukan tanpa alasan jenis makanan sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Kekurangan nutrisi bisa menyebabkan tumbuh kembang janin menjadi terhambat dan akan melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gram atau berat badan lahir rendah (BBLR). Padahal, berat badan bayi waktu lahir sangat penting bagi daya tahan fisiknya.

Menurut Dr. Peni Hedi P., MKM (Gz) , selama masa kehamilan, kebutuhan kalori dan protein wanita hamil akan meningkat. “Komposisinya, 60 persen karbohidrat, 15 persen protein, dan sisanya lemak.”

Seorang wanita hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 280-300 kalori dari kalori harian wanita tidak hamil, dengan range usia 25-45 tahun.

“Atau, sebesar 2250 kalori per harinya. Jadi, penambahan berat badan wanita hamil 0,5 kg per minggu merupakan sesuatu yang normal dan akan berlangsung hingga pertengahan trimester ketiga,” katanya.

Protein dan Kalori

Wanita hamil dengan berat badan kurang akan membutuhkan penambahan kalori yang lebih besar.

Energi ini bisa diperoleh dari karbohidrat dan lemak yang merupakan sumber energi. Ekstra kalori juga dapat diperoleh dari bahan makanan seperti ikan, telur, daging, unggas, susu dan produk olahan susu. Makanan sumber karbohidrat bisa diperoleh dari nasi, kentang, jagung, roti, singkong dan sejenisnya, sementara lemak dari minyak santan, kacang-kacangan yang gurih, margarin dan sebagainya.

Selain kalori, protein juga sangat penting. Protein merupakan zat utama untuk membangun jaringan bagian tubuh. Seiring perkembangan dan pertumbuhan janin, kebutuhan protein pada waktu hamil pun meningkat. Kekurangan protein dalam makanan yang dikonsumsi seorang wanita hamil bisa berakibat bayi lahir lebih kecil dari normal. Kekurangan tersebut juga mengakibatkan pembentukan air susu ibu dalam masa laktasi kurang sempurna.

Sumber zat protein yang berkualitas tinggi misalnya susu. Susu merupakan minuman yang berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan wanita hamil terhadap zat gizi karena mengandung protein, kalsium, fosfor, vitamin A, serta vitamin BI dan B2. Sumber lain misalnya daging, ikan, unggas, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan sebagainya.

Wajib Sarapan

Lantas, pola makan seperti apa yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan? “Pola makan wanita hamil sebetulnya tidak terlalu banyak berbeda dengan sebelum hamil, yaitu 3 kali makan utama, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam, disertai 2-3 kali snack time ,” jelas pendiri Prima Diet Catering ini melanjutkan.

Sarapan merupakan pola makan yang sangat penting. Sayangnya, lesu dan mual menyerang wanita hamil pada pagi hari. Ini disebabkan oleh menurunnya kadar gula pada pagi hari karena perut kosong berjam-jam. Jadi, hindari makanan yang mengandung asam (misalnya jeruk) dan makanan berlemak.

Peni melanjutkan, jenis makanan yang disarankan dan tidak disarankan sangat tergantung kondisi ibu hamil. “Yang penting, semua asupan gizi terpenuhi. Secara umum, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang diawetkan, karena kandungan zat aditif yang ada di dalamnya bisa berbahaya bagi janin,” ujarnya.

Perlukah Susu Hamil?

Seringkali, wanita hamil menemui kesulitan memenuhi kebutuhan gizinya karena rasa mual yang kerap mendera.

Salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi susu hamil. "Susu hamil mengandung beberapa zat gizi yang dibutuhkan, seperti asam folat, FOS (frukto-oligosakarida), GOS (galakto-oligosakarida), kalsium, protein, lemak, dan sebagainya," kata Hersanti Sulistyaningrum S.Gz. Ada pula yang ditambahkan formula anti hiperemesis yang dapat mencegah terjadinya hiperemesis (mual dan muntah berlebih). Namun tentu saja, bukan berarti menggantikan makanan padatnya.

Susu hamil yang sudah difortifikasi (ditambahkan) dengan zat-zat tambahan ini sangat bermanfaat membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu yang akan berpengaruh pada pertumbuhan janin. Folat sangat berguna dalam pembentukan organ janin. Kandungan FOS dan GOS membantu memperlancar pencernaan dan penyerapan (termasuk mengurangi sembelit yang terjadi pada ibu hamil). Selain itu FOS dan GOS juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

Mitos Makanan Tak Baik

Air Es

Air dingin atau air es katanya bisa bikin bayi besar. Padahal mengonsumsi air dingin saat hamil tidak berhubungan dengan janin besar. Yang benar, ibu hamil disarankan mengurangi konsumsi air dingin berlebihan, karena dapat memperlambat proses pencernaan makanan. Pasalnya, tubuh mengeluarkan energi untuk membuat suhu air dingin sama dengan suhu tubuh. Akibatnya, zat gizi tidak seluruhnya disimpan dan diserap tubuh, namun ada yang terbuang untuk aktivitas penstabilan suhu tadi.

Durian

Buah durian disebut tidak baik bagi wanita hamil jika dikonsumsi terlalu banyak. Alasannya, buah durian yang mengandung alkohol dapat mengakibatkan berat badan lahir (bayi) rendah dan mempengaruhi psikis bayi. Jika ibu hamil banyak mengonsumsi makanan maupun meminum minuman beralkohol, peluang melahirkan anak yang temperamental semakin besar. Jadi, boleh saja makan durian, namun tidak dalam jumlah yang berlebihan.

Makanan Setengah Matang

Mengonsumsi makanan setengah matang, apalagi mentah, sangat tidak dianjurkan pada wanita hamil. Sebab pada makanan setengah matang, seperti telur dan daging merah, dikhawatirkan terdapat bakteri yang belum mati seperti salmonella, e.coli dan toksoplasma. Ketiga bakteri ini dapat masuk dan menembus plasenta serta menginfeksi janin, sehingga dapat menyebabkan keguguran serta kelainan pada janin.

Yang Boleh dan Tidak Boleh

Makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan

Makanan berkalori tinggi yang mengandung banyak gula dan lemak, sehingga kurang mengandung zat gizi.

Minuman bersoda dan beralkohol.

Minuman dengan kadar kafein tinggi seperti kopi.

Makanan yang dimasak setengah matang atau sayuran mentah, karena potensi mikroba yang ada di dalamnya.

Camilan sehat bagi wanita hamil:
Buah-buahan
Cracker (jangan terlalu asin)
Yoghurt
Keju low fat
Roti gandum
Macaroni schotel/pastel pang­gang

Sumber : Nova

More aboutNutrisi Tepat Ibu Hamil
Flag Counter